
Medan, tv Intelijen News.com – Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) kembali menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan bantuan sembako beras dan pupuk cair kepada para petani palawija di Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Jumat (23/1/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pendiri sekaligus Pembina Utama KSJ, H. Ikhwan Lubis, S.H., M.H., yang sebelumnya berkomitmen membantu para petani palawija pasca bencana banjir yang melanda kawasan tersebut pada bulan lalu dan mengakibatkan rusaknya lahan serta tanaman warga.
Kehadiran Pendiri bersama para relawan KSJ tidak hanya sebagai bentuk menepati janji, namun juga membawa pesan sosial kepada masyarakat, khususnya dalam membantu pemulihan ekonomi para petani yang terdampak langsung bencana alam.
Berbekal ratusan liter pupuk cair serta bantuan sembako, sosok yang dikenal sebagai Pejuang Dhuafa ini didampingi staf manajemen KSJ.
Dalam keterangannya, H. Ikhwan Lubis menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bagian dari kegiatan rutin KSJ sekaligus bentuk kepedulian nyata terhadap kaum dhuafa, khususnya para petani.
“Saya hadir di kawasan lumbung pangan Kota Medan untuk melihat langsung kondisi para petani sekaligus melaksanakan kegiatan rutin KSJ. Jangan pandang apa yang kami berikan, tetapi kepedulian itulah yang utama. Apalagi kepada kaum dhuafa yang bekerja sebagai petani, profesi yang sangat mulia dan bermanfaat bagi orang banyak,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tanpa para petani, masyarakat akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan.
“Pasca banjir yang menghancurkan tanaman mereka bulan lalu, para petani harus kembali berjuang dengan sisa modal yang terbatas untuk bercocok tanam. Semoga bantuan pupuk cair ini dapat membantu meringankan beban dan memulihkan semangat mereka,” tambahnya.
Selain penyaluran pupuk cair dan sembako, dalam kegiatan Jumat Barokah tersebut, staf KSJ juga membantu masyarakat untuk mendapatkan akses jaminan kesehatan serta bantuan sosial dari Pemerintah Republik Indonesia, khususnya bagi para petani palawija yang selama ini belum pernah menerima bantuan akibat keterbatasan pemahaman dan pendidikan.
Tak hanya itu, KSJ juga memprioritaskan bantuan pendidikan dengan mendampingi seorang anak petani palawija yang memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas, sebagai upaya mewujudkan impian dan meningkatkan masa depan keluarga petani.(Jamiat/red).
Posting Komentar