0

Batu Bara, tv Intelijen News.com – PT Prima Multi Terminal (PMT) kembali menegaskan komitmennya terhadap keselamatan kerja dengan menggelar kegiatan Safety Stand Down di PMT Terminal 2 Kuala Tanjung. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran seluruh pekerja, mitra kerja, serta pengguna jasa terhadap pentingnya kepatuhan pada prosedur keselamatan di lingkungan operasional pelabuhan yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Kegiatan ini dilaksanakan di tengah meningkatnya aktivitas bongkar muat di Terminal Kuala Tanjung. Seiring bertambahnya mobilitas alat berat, kendaraan operasional, dan pekerja di area terminal, perusahaan menilai penguatan budaya keselamatan menjadi aspek yang tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga kelancaran operasional sekaligus melindungi seluruh insan pelabuhan.

Dalam Safety Stand Down tersebut, PMT menyosialisasikan kembali panduan keselamatan di sekitar kendaraan operasional, khususnya truk kontainer dan truk curah kering yang setiap hari beroperasi di kawasan terminal. 

Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pengenalan zona aman, zona bahaya, titik buta (blind spot), serta jarak aman yang harus dipatuhi pekerja ketika berada di sekitar kendaraan.

Untuk truk kontainer, pekerja diingatkan agar menjaga jarak aman minimal 15 meter dari seluruh sisi kendaraan. 

Sementara untuk truk curah kering, jarak aman yang disarankan mencapai sedikitnya 20 meter. Edukasi juga diberikan mengenai bahaya berada di belakang kendaraan karena keterbatasan pandangan pengemudi, 

pentingnya melakukan kontak mata dengan sopir sebelum melintas, penggunaan alat pelindung diri (APD) secara lengkap, hingga pemanfaatan barikade apabila diperlukan saat pekerjaan berlangsung.

Selain itu, pekerja diimbau untuk selalu mewaspadai potensi bahaya yang muncul akibat aktivitas bongkar muat, seperti tumpahan material curah, pergerakan alat berat, maupun lalu lintas kendaraan yang padat di area terminal. 

Melalui pemahaman terhadap potensi risiko tersebut, perusahaan berharap setiap pekerja mampu mengambil langkah pencegahan sebelum terjadi insiden.

Direktur Operasi dan Teknik PT Prima Multi Terminal Wahyudi mengatakan, keselamatan kerja merupakan fondasi utama dalam operasional kepelabuhanan. Menurut dia, produktivitas dan kecepatan pelayanan hanya dapat dicapai apabila seluruh aktivitas dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan.

"Keselamatan harus menjadi budaya yang diterapkan oleh setiap orang yang bekerja di lingkungan pelabuhan. Kepatuhan terhadap prosedur bukan sekadar memenuhi aturan, tetapi merupakan bentuk perlindungan terhadap diri sendiri, rekan kerja, dan keberlangsungan operasional. Karena itu, kami terus mengingatkan seluruh personel untuk mengenali potensi bahaya dan tidak mengabaikan setiap prosedur keselamatan yang telah ditetapkan," kata Wahyudi.

Menurut Wahyudi, lingkungan terminal memiliki karakteristik yang berbeda dengan kawasan industri pada umumnya. Aktivitas bongkar muat berlangsung secara dinamis dengan pergerakan alat berat, kendaraan logistik, serta pekerja yang berlangsung hampir tanpa henti. Kondisi tersebut menuntut setiap personel memiliki tingkat kewaspadaan yang tinggi agar risiko kecelakaan dapat ditekan semaksimal mungkin.

Ia menambahkan, kegiatan Safety Stand Down tidak hanya menjadi forum penyampaian materi keselamatan, tetapi juga sarana untuk mengingatkan kembali pentingnya komunikasi, koordinasi, dan kepedulian antarsesama pekerja dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman.

"Setiap insiden pada dasarnya dapat dicegah apabila seluruh pihak disiplin menjalankan prosedur dan saling mengingatkan. Kami ingin membangun budaya bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya menjadi tugas unit K3 atau pengawas lapangan," ujarnya.

PMT secara rutin melaksanakan berbagai program penguatan budaya keselamatan, mulai dari inspeksi lapangan, identifikasi potensi bahaya, evaluasi risiko pekerjaan, standardisasi peralatan operasional, hingga peningkatan kompetensi pekerja melalui pelatihan dan sosialisasi keselamatan kerja. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan sesuai prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Perusahaan juga terus mendorong penerapan budaya safety first dalam setiap tahapan operasional. Melalui pendekatan tersebut, setiap pekerja didorong untuk berani menghentikan pekerjaan apabila ditemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan bahaya, sekaligus melaporkan potensi risiko agar dapat segera ditindaklanjuti.

Sebagai operator terminal peti kemas dan multipurpose di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung, PT Prima Multi Terminal menilai budaya keselamatan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keandalan layanan kepelabuhanan. Selain mendukung kelancaran operasional, penerapan standar keselamatan yang konsisten juga berperan dalam meningkatkan kepercayaan pengguna jasa dan mendukung terciptanya rantai logistik yang aman, efisien, dan berkelanjutan.

Melalui pelaksanaan Safety Stand Down di PMT Terminal 2 Kuala Tanjung, perusahaan berharap kesadaran terhadap keselamatan kerja semakin melekat dalam setiap aktivitas operasional sehingga target nihil kecelakaan kerja (zero accident) dapat terus dipertahankan.(Jamiat)

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar

Top