T.Tinggi, tv Intelijen News com - Semakin maraknya peredaran Narkoba membuat situasi dan kondisi semakin rusak dimana mana.
Makin banyaknya tindak kejahatan, baik itu pencurian, rampok, begal bahkan pembunuhan...
Demikian di tuturkan Khotib Jum'at di Masjid Jamik jl Sukarno Hatta Kota Tebing Tinggi kemarin,
Kemudian Khotib itu menceritakan Bahwa hari selasa kemarin seorang Ayah datang melapor ke Kami, Bahwa dia mau di bunuh oleh anakknya yang sudah lama kecanduan narkoba...
yang mana Perilakunya berubah drastis—suka memaki2 org tua, menjuali barang-barang di rumah, hingga mengancam keselamatan orang tuanya sendiri demi mendapatkan uang,” ungkapnya.
Kejadian nyata di depan mata kita semua, di kota ini bahkan tetangga kita semua..
betapa dalamnya dampak destruktif narkoba terhadap kehidupan keluarga.
Kemudian Khotib itu menyampaikan Hadis Nabi : " Bahwa Khomar/ miras dan narkoba adalah induk kejahatan" yang mana karna karna khonar itu timbul kejahatan kejahatan berikutnya.
Beliau juga menyinggung sejumlah peristiwa kriminal yang terjadi belakangan, termasuk kasus pembunuhan terhadap seorang ibu rumah tangga di kawasan Bajenis serta maraknya aksi pencurian.
Kekhawatiran semakin menguat setelah adanya temuan dalam razia di salah satu tempat hiburan malam pada akhir pekan lalu.
Sebanyak 19 muda-mudi diamankan dan dinyatakan positif menggunakan narkoba.
Yang menjadi sorotan, sebagian dari mereka masih berstatus pelajar tingkat SMA dan SMK.
Aktivitas hiburan hingga dini hari disebut sebagai salah satu faktor yang membuka ruang terhadap perilaku berisiko.
Dari mimbar Jumat itu, Ustadz Muslim istiqomah,SSQ,C.TP menyampaikan seruan tegas agar masyarakat tidak berhenti pada rasa prihatin semata.
"AYOO PERANG dengan NARKOBA!!!" Tegasnya ...
Mari Selamat kan anak anak, Generasi dan Bangsa!!!
*Mari Berantas Bersama!!! Pemakai, pengedar, Bandar sampai beking bekingnya*
Kemudian beliau menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh elemen—mulai dari keluarga, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, hingga pengurus masjid.
Seruan tersebut tidak hanya menitikberatkan pada penindakan, tetapi juga pada pencegahan melalui penguatan nilai moral, pengawasan lingkungan, dan kepedulian sosial.
“Ini bukan sekadar persoalan hukum, tetapi persoalan masa depan generasi. Kita tidak boleh diam. Harus ada keberanian bersama untuk bertindak,” tegasnya.
Khutbah yang disampaikan dengan nada serius dan reflektif itu disimak dengan penuh perhatian oleh jamaah.
Pesan yang mengemuka diharapkan menjadi pemicu lahirnya kesadaran kolektif dalam menghadapi ancaman narkoba yang semakin kompleks.
Sinergi antara keluarga, masyarakat, dan aparat penegak hukum dinilai sebagai kunci dalam membendung laju peredaran narkotika sekaligus menyelamatkan generasi muda dari dampak yang lebih luas.(Red/TT).

Posting Komentar